Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2014

puisi

HIDAYAH MILIK ALLAH Ketika cinta bertasbih dari lisan wanita berkalung surban Tiada henti tangan memutar tasbih bentuk bulatan Air mata iringi husyuk dalam kesyahduan Tunduk tawadduk penuh kepasrahan                 Tiada sangka tiada duga                 Dia ……………………………                 Kini berbalut jilbab dulu selalu buka aurat                 Kini bergamis panjang dulu hampir   telanjang                 Kini Sajadah jadi tempat pengaduan terahir dulu selalu di tempat parkir                 Kini air wudhu jadi p...

Risalahku

A. Ceria usia kanak-kanak         Syukurku pada sang Khalik, aku terlahir pada keluarga yang penuh kehangatan tegas, fasih urusan religi. Masa kanak-kanakku tidak semewah dan sesempurna masa anak jaman sekarang. Aku tinggal dilereng gunung dengan sejuta tanaman menghijau. Hari hariku setelah pulang sekolah pasti bermain dikebun pekarangan milik teman sekelasku, hingga senja tiba baru aku kembali ke rumah. malam hari setelah sholat maghrib wajib untuk membaca al Qur'an dan menghafal doa doa harian didepan abah tercinta. Dengan tegas penuh teliti dan perhatian abah menyimak bacaan ql quran serta setoran hafalan, jika absen dak ngaji dan setor hafalan pastilah hukuman jewer atau pukulan kecil aku terima. itu terjadi dimasa usia ku Madrasah Ibtidaiyah.            Sejak kecil abah dan umi mendidikku dengan penuh disiplin, diusia MADRASAH ibtidaiyah ini aku sudah mendapatkan tanggung jawab membersihkan rumah mulai dari halaman depan dalam ...