Wahana berbagi Ilmu

ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH



Selamat datang di wahana ilmu. Dengan membaca fikiran akan terbuka, dengan ilmu kita jadi tahu, dengan mencari kita jadi mengerti.

Disinilah tempat kita berbagi........

Rabu, 03 September 2014

puisi



HIDAYAH MILIK ALLAH

Ketika cinta bertasbih dari lisan wanita berkalung surban
Tiada henti tangan memutar tasbih bentuk bulatan
Air mata iringi husyuk dalam kesyahduan
Tunduk tawadduk penuh kepasrahan
                Tiada sangka tiada duga
                Dia ……………………………
                Kini berbalut jilbab dulu selalu buka aurat
                Kini bergamis panjang dulu hampir  telanjang
                Kini Sajadah jadi tempat pengaduan terahir dulu selalu di tempat parkir
                Kini air wudhu jadi pencuci setia dulu wajah dipoles penuh warna
Aku sadar………….
Hidayah hanyak milik NYA………Takdir adalah kehendak NYA
Insan sebagai pelaku utama  DIA sebagai Skenario kehidupan kita
                Jangan bangga jika hari ini kita bisa shalat    Siapa tahu besuk kita pelaku maksiyat
                Jangan puas jika hari ini kita sering bertaubat  Siapa tahu besuk kita jadi terlaknat
                Jangan takabbur bila kita ahli bersyukur     Siapa tahu kita nanti jadi kufur
Lihatlah mereka………..Yang dulu pernah kita puja kini jadi terhina
Yang dulu selalu bikin ribut kini siapun berebut…Tuk jabat tangan dapatkan barakah bertabarrukan
Yah itulah kehendak sang Khaliq Baik jadi buruk, hina jadi dipuja……….
Ucaplah HAUQALAH sebagai tanda pasrah




PADI  DALAM  ILALANG

Lambaian tangan mungil itu jadi saksi bisu
Untaian kata merajuk jadi terkenang selalu
Tatkala takbir berkumandang, tanda kemenangan datang
Duduk diantara mereka gadis kecil di sudud masjid
Hanya dengan sajadah lusuh berbalut baju abu-abu
Tak ada tangis baginya miski dia berbeda
Ku tatap dia penuh makna tak sadar air bening meluncur dari sudut mataku
Raut wajah sucinya tak terlukis kedukaan
Suara lantangnya makna kebahagiaan
Meski tak ada bunda yang jadi sandaran
Sadarku menghentak saat dia mendekat
Tangan mungilnya menyentuh kulitku
Bibirnya yang indah berucap………
Bunda, bolehkah aku panggil bunda????
Subhanallah…….kuraih badan suci ini
Dalam dekapku dia lirih bersuara” ini lah dekapan yang lama tak aku rasakan”
Lama ku peluk dia erat-erat tanpa sadar aku hanyut dalam angan
Ya Allah betapa kuasamu, gadis kecil  ini tegar tanpa seorang ibu
Kau besarkan dia dalam kekuatanMU
Kau didik dia dalam pantauan MU
Sempatkan hamba membantu MU
Merawat padi diantara ilalang MU
WANITA DALAM ANGAN
Warna hatinya tak lagi hijau merona……
Kusut penuh dengan noktah tak beraroma
Suara merdu tak lagi  ia dengar indah
Senyum indahnya tak lagi bermakna
          Wanita ini ………yah air muka nya muram 
          Di balik senyum manisnya ada rasa terpaksa
          Diantara suara lantangnya ada beban yang diembannya
          Sorotan mata yang tajam menambah kekuatan batinnya
          Tak mau ada yang tahu derita yang dimilikinya
Wanita ini……..aku kenal baik
Tegur sapanya merajuk sukma
Siapa tak kenal dengannya?????
Dialah idola para pecintanya
          Rasa hati yang jadi warna……tak menyulutkan tuk berlaga
          Duh gusti…..lindungi dia, aku takut dia kenapa-napa
          Kuatkan dirinya dalam emban tugas
          Amin…………    


MALAM………
Kelopak mata nya sembab tak seindah kelopak bunga
Diatas hamparan sajadah suci dia berdoa
Menghitung jumlah dosa-dosa yang terkumpul
Dalam lembaran hari yang dia jalani
            Gemetar tangannya iringi tetesan air suci dari mata
            Tak ada yang tahu keluh kesah yang membalut jiwanya
            Resah, gelisah kecewa menjadi hiasan malam-malamnya
Serat-serat kekecewaan menjadi ranting kemarahan
Semakin kuat ranting itu…….
Desahan nafas pertaubatan mulai terdengar
Syahdu…..merintih……menangis sesali laku diri                        
Tangan keringnya basah dengan buliran air mata
Pipi indahnya merona teraliri puja doa
            Ya Rahman……..engkaulah pemilik sayang
            Ya Tawwab ……. Engkaulah pembuka pintu maaf
            Ya Salam………. Selamatkanlah langkah ini…….
Amin……







MENANTI MATAHARI
Malam tak lagi di rasa saat mata tak mau lagi terpejam
Detak jam dinding hiasi sunyi malam
Angan melayang tanpa tahu apa yang dia tunggu
Satu dua tiga puluh menit sudah berlalu dengan angan nya.
            Mimpi tak lagi menemani malamnya
            Matahari yang diharapkan segera tiba
            Dia lupa sang surya tak akan muncul sebelum waktunya
            Hemmm……….hela nafas panjangnya terdengar sesak
Ahhhhh…….kapan juga sang surya bersinar…..
Gumam dalam malamnya habiskan putaran malam
Harapannya hanya satu……..
Ingin segera hapuskan rasa rindu
Bertemu, bercanda, bersama yang di cinta….

Risalahku

A. Ceria usia kanak-kanak

        Syukurku pada sang Khalik, aku terlahir pada keluarga yang penuh kehangatan tegas, fasih urusan religi. Masa kanak-kanakku tidak semewah dan sesempurna masa anak jaman sekarang. Aku tinggal dilereng gunung dengan sejuta tanaman menghijau. Hari hariku setelah pulang sekolah pasti bermain dikebun pekarangan milik teman sekelasku, hingga senja tiba baru aku kembali ke rumah. malam hari setelah sholat maghrib wajib untuk membaca al Qur'an dan menghafal doa doa harian didepan abah tercinta. Dengan tegas penuh teliti dan perhatian abah menyimak bacaan ql quran serta setoran hafalan, jika absen dak ngaji dan setor hafalan pastilah hukuman jewer atau pukulan kecil aku terima. itu terjadi dimasa usia ku Madrasah Ibtidaiyah.
           Sejak kecil abah dan umi mendidikku dengan penuh disiplin, diusia MADRASAH ibtidaiyah ini aku sudah mendapatkan tanggung jawab membersihkan rumah mulai dari halaman depan dalam rumah sampai halaman tengah, luasnya kira-kira 14x10. Ukuran ini bagi anak usia MI sangatlah bikin capek, sebab pekerjaan rutin itu dilakukan setiap pagi hari sebelum berangkat sekolah. Terlebih saat hari libur sekolah, tugas bersih bersihpun makin banyak dan luas sebab dilahan belakang masih ada ternak, unggas ( ayam,mentok,burung) sapi.

Senin, 12 November 2012

marching BSA (Bahana Suara Al Hayat)





cerita islami


TIGA PERAMPOK
Assalamualaikum……..
Yang terhormat Para Dewan Juri…… Teman – teman yang berbahagia……
Perkenalkan Nama saya Nafahal Athiyah Kautsar Tsamud…..panggilannya Nafa…. Kali ini nafa akan bercerita tentang  KEJUJURAN.  Ada pepatah yang mengatakan JUJUR HANCUR…… itu salah yang benar JUJUR MUJUR, orang yang tidak jujur itu salah satu ciri-ciri orang munafik, sebagai mana sabda Rasulullah….
“ Ketika berbicara selalu bohong”……. Nah begini teman…. Ceritanya:
Hiduplah 3 orang penjahat di zaman Nabi Isa Alaihis Salam….., mereka bersepakat selalu akan bersama dalam susah dan senang.
Suatu ketika para penjahat ini berhasil merampok emas dengan jumlah yang banyak. Dengan bangga mereka tertawa” hahahaha……. Kita kaya, kita kaya, kita kaya…….” Mereka tertawa sambil bercakap-cakap
Penjahat  A     : “ hai, akan kita apakan hasil rampokan ini?”
Penjahat  B      : “ Kita foya –foya….. senang –senang …..
Penjahat  C      : “ iyayaaya…. Tapi harus kita bagi rata lho….
Penjahat A + B : “ ya iyalah…. Masa ya iya dong…..kita kan bertiga, hahhaha…..”
Mereka semua senang dan kegirangan ……hahahaha, kegembiraan itu akan mereka rayakan dengan pesta makanan dan minuman.
Perampok  A   : “ Hai, kamu….yang belanja makanan ya, saya dan si B akan menyiapkan  tempatnya “
Perampok C           : “ Ok…..siapa takut, saya berangkat dulu.”
Keberangkatan si C dimanfaatkan oleh si A dan B untuk menyusun niat jahat mereka. Mereka berdua bersepakat ingin memnagi hasil rampasannya berdua saja.
Perampok  A   : “ hai, mau gak ….kalau harta ini kita bagi dua saja?”
Perampok  B   : “ Maksud kamu…..?”
Perampok A    : “ Begitu si C datang langsung kita bantai, di bunuh,…..
Perampok B    : “hahahahaha………..
Perampok  A   : “ kok tertawa??? Mau ndak????
Perampok  B   ; “ Ya  maulah……ide yang bagus dan cemerlang….hebat hebat hebat
Perampok A B : “hahahahaha,……..
Sementara itu si C yang sedang mencari makanan juga punya niatan jahat. Dia ingin mengusai hasil rampokannya dengan sendirian. Maka makanan yang telah dia beli dicampur dengan racun yang sangat mematikan tanpa sepengetahuan kedua temannya. Tiba saatnya si C kembali tempat teman-temannya.
Perampok  C   : “ Aku datang”…….
Tanpa diduga tiba – tiba……Bruak……bruak……bruakkk bertubi – tubi mereka pukul kepala si C tanpa ampun.
Perampok C “ Aduh sakit….sakit ….apa-apaan kamu nih…. Sakit….ahhhhhh……
Dengan pukulan yang bertubi-tubi matilah si C ditangan teman-temannya sendiri
Perampok A B : “hahahaha…….kita berhasil dan jadi orang kaya”
Perampok A    : “ ok kita makan teman…kita rayakan kemenangan kita…”
Mereka makan dengan lahapnya tanpa disadari makanan itu telah dicampur racun oleh si C.
Setelah merasa kenyang tak lam kemudian mereka mulai merasakan sesuatu.
Perampok B : “ aduh……kepalaku pusing….perutku mual”….
Perampok A : “ aduh tenggorokanku terasa kering ….sakit sakit….
Keduanya bersahutan merintih kesakitan….hingga ahirnya matilah mereka berdua.
Nah teman-teman ahir hayat ketiga perampok tadi betul-betulmengenaskan, mereka mati karena kebohongan dan keserakahan. Makanya teman….kalau ingin selamat jangan suka bohong dan serakah.
Demikian cerita Nafa terima kasih atas perhatiannya mohon maaf bila ada kesalahan
Burung Nuri di atas  dahan berkicau indah suaranya
Dewan juri yang baik hati dan penyayang
Pilih nafa jadi juara
Assalamualaikum Warah matullahi Wabarakatuh.

PEMUDA PEJUANG ISLAM

Assalamualaikum WR.WB……
Yang terhormat para dewan juri dan teman- teman yang berbahagia……
Perkenalkan nama saya Nafahal Athiyah Kautsar Tsamud, panggilannya Nafa.
Teman-teman peringatan 1 Muharram akan mengingatkan kita pada perjuangan Rasulullah Muhamad SAW, dalam mensyiarkan agama Islam. Peristiwa yang amat sangat menegangkan terjadi pada saat Rasulullah akan berangkat hijrah  ke Madinah
Keinginan Rasulullah untuk segera meninggalkan kota Makkah di dengar oleh kelompok kafir Qurays…., mereka menyusun kekuatan untuk membantai Rasulullah. Dengan semangat menggelora dalam dada para pimpinan kafir Qurays menyatakan……” wahai orang – orang kafir Qurays barang siapa yang bisa membunuh Muhammad maka akan memperoleh hadiyah besar”
Mendengar pengumuman ini banyak pemuda-pemuda kafir mendaftarkan diri untuk jadi pahlawan sebagai pembunuh Rasululah Muhammad. Melihat kesiapan kafie qurays malaikat jibril tidak tinggal diam, dia turun ke bumi menemui Rasullullah serta membrikan siasat untuk menyelamatkan diri dari kepungan para Kafirin.
Rasulullah memanggil Saidina Ali….. yang saat itu masih berusia remaja
Rasulullah       :”  Wahai Ali kamu bisa bantu saya “ ?
Ali                   : “ Siap ya Rasul, apa yang harus saya lakukan”?
Rasululullah    : “ Nanti malam saya harus keluar dari kota Makkah, kamu tempati tempat tidur
                            Saya , untuk mengelabui kaum Kafirin”.
Ali                   : “ Siap ya Rasul,”……
Rasulullah       : “ Gak takut mati kamu Ali? “
Ali                   : “ Ya Rsulullah andaikan saya mati pasti mati syahid iyakan? “
Rasulullah       : “ hebah kamu Ali….kamu adalah pejuang Islam sejati”
Sementara itu Kafirin sangat yakin dengan kekuatan yang dimiliknya dengan bangga mereka berkata……” HAHAHAHA………sebentar lagi Muhammad akan mati ditangan kita, ayo kita berangkat ke rumah nya kita bantai bersama-sama, ayo ayo ayo hhahahaha……..” Suara kesombongan mereka membahana memecahkan alam kota Makkah.
Di rumah Rasulullah Ali mulai melaksanakan tugasnya, Nabi pun berangkat pada tengah malam sesuai dengan perintah Allah. Namun sebelum Rasulullah melangkahkan kaki keluar rumah beliau baca salah satu ayat Al qur’an di surat Yasin


Dengan menaburkan debu dan izin Allah para pengepung rumah Rasululaah tertidur pulas, seakan-akan lupa dengan tugasnya untuk membunuh Rasulullah Muhammad, hingga mereka terbangun dan sadar saat fajar menyingsing. Dengan nada kaget dan tergopoh-gopoh pimpinan mereka berkata:
Pimpinan         : “ Hai1 bangun-bangun…..aduh suruh bunuh Muhammad malah mendengkur
                            Semua…..ayo bangun- bangun…..
Anggauta        : “ Hah!!!! Sudah siangya? Ayo ayo ayo kita masuk rumahnya…..
Dengan hati berdebar dan bersemangat mereka langsung masuk kamar Rasulullah, secepat kilat tangan mereka menyambar selimut yang menutup badan orang yang sedang tidur, sambil tangannya menghunus pedang siap membunuh. Tapi ternyata……saat selinut terbuka alangkah kagetnya mereka sambil berkata…….
“ Kurang ajar……!!!!! Muhammad kurang ajar….. demi latta dan uzza aku pasti membunuhmu Muhammad”….. Mereka kecewa dengan kegagalannya, sedangkan Saidina Ali hanya senyum – senyum saja karena berahsil mengelabui orang-orang kafir qurays.
Nah begitu teman-teman…..
Tanaman kelapa berjajar rapi dipantai Indonesia….
Dewan juri yang baik hati pilih nafa jadi juara
Trimakasih Wassalamualaikum Warah Matullahi Wabarakatuh
                       

Minggu, 22 April 2012

PEREMPUAN-PEREMPUAN YANG KUAT

PEREMPUAN –PEREMPUAN  ISLAM YANG KUAT
1.     SITI RAHMAH


Siti Rahmah adalah wanita suci isteri dari Nabi Ayyub a.s. Berawal dari kehidupan yang sangat mewah dan kaya raya dalam keseharian Nabi Ayyub a.s tidak pernah lupa untuk senantiasa ibadah guna mendekatkan diri pada sang khalik. Ketaqwaan, kekuatan iman serta kedekatannya dengan Allah membuat rasa iri para syetan dan iblis, hal ini disebabkan Allah selalu memberikan pujian pada Nabi Ayyub a.s. Pujian demi pujian yang didengar oleh kelompok syetan menjadikan rasa benci yang amat sangat. Hingga suatu ketika syetan mengajukan pertanyaan pada Allah, “ Ya Rabb, andaikata Ayyub itu jadi orang yang miskin papa masihkah dia menggagungkan Mu Ya Allah,”?, Allah pun menjawab, “ pasti, karena aku tahu Ayyub itu ibadahnya bukan karena harta kekayaan yang melimpah,”. “Gimana andai Ayyub kami goda, supaya meninggalkan diri Mu”? tantang syetan, “ Silahkan kalau kalian mau, coba aja”!, perintah Allah. Dengan senang hati syetan dan kroni –kroninya mulai beraksi, untuk menggoda Ayyub a.s.
Tiba saatnya mulai beraksi, disaat sawah ladang yang siap panen dengan bangganya syetan membakar semua lahan pertanian yang lusnya berhektar-hektar itu, sama sekali tak ada rasa belas kasihan mereka dengan congkaknya dan tertawa terbahak – bahak. Setelah puas dengan bangganya syetan merubah wujud seperti manusia dan tergopoh-gopoh menemui Ayyub a.s yang sedang shalat dhuha, ditunggunya hingga selesai shalatnya lalu berkata, “ Ayyub…., tahukah kamu sawah ladangmu ludes dimakan si jago merah, padahal yang saya tahu sudah siap panen, ayo Ayyub segera liatlah gimana keadaannya?,” dengan tenang dan tersenyum Ayyub menjawab,” Allah yang memberiku pinjaman harta jika sekarang diambil pemiliknya haruskah saya bingung dan susah”?, mendengar jawaban Ayyub syetan menjadi sangat jengkel, karena perubahan tingkah laku Ayyub dari tawakkal menjadi marah sama sekali tidak mereka dapati. Dengan mendongkol syetanpun pergi meninggalkan Ayyub a.s.
Kegagalan pertama tidak menjadikan syetan putus asa, mereka atur siasat untuk meruntuhkan keimanan Ayyub, gini tiba saatnya untuk melakukan strategi yang kedua. Disaat putra – putrid Nabi Ayyub yang berjumlah 14 orang sedang makan bersama dengan tanpa belas kasihan syetan merobohkan rumah megah itu sehingga putra – putri Nabi Ayyub meninggal dunia. Syetanpun dengan tergopoh-gopoh menemui Nabi Ayyub yang sedang shalat dhuha, dengan nada yang menghiba dan turut berduka cita syetan berharap perubahan sikap Nabi Ayyub, lagi – lagi Ayyub membalas laporan syetan,” Allah yang meminjami putra – putri pada kami jika Allah berkehendak mengambil miliknya haruskan aku bersedih”?, lagi –lagi syetan gagal.
Kini syetan berusaha mencari cara yang paling ampuh untuk meruntuhkan keimanan Ayyub. Mereka pilih untuk memberikan penyakit yang maha ampuh dan dahsyat sehingga tak satupun obat yang bisa menyembuhkan, penyakit kulit namanya. Mulailah Nabi Ayyub merasa gatal, hari berganti minggu minggu berubah bulan dan penyakit inipun berlangsung pada tahun kedua. Tubuh Nabi Ayyub yang dulu gagah berisi dengan penuh wibawa dan ketampanan kini tinggal kulit pembalut tulang. Harta yang melimpah sudah tak lagi dia miliki, anak yang berbakti padanya sudah tak ada lagi, isteri isterinyapun mulai pada meninggalkannya. Disinilah peran Siti Rahmah isteri Ayyub yang sangat luar biasa. Di tahun kedua inilah masyarakat mulai jijik melihat keadaan tubuh Ayyub bahkan dengan tega mereka mengusir Ayyub dan isterinya untuk segera meninggalkan desa tempat tinggalnya. Siti Rahmah dengan penuh kasih sayang digendongnya tubuh Ayyub yang penuh dengan borok tanpa ada rasa risih dan jijik. Mereka tinggalkan desa tanah kelahirannya demi menuruti keingan masyarakat setempat, karena masyrakat menilai penyakit Ayyub adalah kutukan dan mereka tidak mau tertular
.   Rahmah yang kesana kemari sambil menggendong tubh Ayyub merasa lega setelah mereka sampai di tengah hutan. Diturunkannya Ayyub dari gendongannya sambil berkata, “ tenanglah disini suamiku aku akan mencari perlengkapan untuk membuat gubuk sebagai tempat tinggal kita”!, dengan anggukan Ayyub memberikan tanda restu pada sang isteri. Dengan susah payah Rahmah mengumpulkan kayu dan tali seadanya guna membangun gubuk mereka berdua. Setahun sudah mereka tempati gubug sederhana dengan penuh derita, mereka hanya mengandalkan buah – buahan di hutan sebagai makanan utama, hanya Rahmahlah yang mencari bahan makanan sehari-hari. Dalam penderitaan yang amat sangat Ayyub sama sekali tidak melupakan Allah, demikian juga Rahmah dengan sabar dan penuh keihlasan dia rawat sang suami. Melihat kesengsaraan sang isteri Nabi Ayyub berkata pada sang isteri ,” Isteriku andai kau udah bosan dan capek dalam merawatku tinggalkanlah aku sendiri disini, biarlah aku hanya bersama ALLAH, karena aku yakin ALLAH tidak akan pernah membiarkan hambanya,”!. Dengan linangan air mata Rahmah menjawab,” Wahai Nabi Allah, haruskah aku meninggalkan suamiku dalam kedaan sakit, sedangkan Allah saja mau bersamamu, keatahuilah dimanapun dan kemanapun kau berada aku akan selalu mendampingimu,”. Dengan penuh harupun Ayyub memberikan ucapan terima kasih dengn kesetiaan sang isteri.
Penderitaan ini udah memasuki tahun ketujuh, bahan makanan di hutan tak lagi ditemukannya, sementara mereka butuh makanan utamanya Ayyub, dengan sigap Rahmah memotong rambut indahnya, jika dalam sejarah islam diceritakan keindahan rambut Rahmah tiada tara, hitam kelam ikal dan panjang. Dia potong mahkota indah itu untuk dijual demi mendapatkan makanan untuk sang suami tercinta. Dia pulang membawa roti, Ayyub terkejut, “dari mana kau dapatkan makanan mahal ini,”? dengan merasa bersalah Rahmah menceritakan secara rinci asal makanan mahal itu, Ayyub murka dan berkata,” Rahmah, kenapa kau perdagangkan bagiantubuhmu tanpa sepengetahuanku, tunggu saatnya nanti jika aku sembuh pasti kau aku cambuk 100 kali,”! Rahmah hanya terdiam tak membalas sepatah katapun dari ancaman sang suami.
Waktu berjalan terus, derita menjadi teman setia dalam kehidupan batas ketabahan Rahmah diambang pintu keputus asaan dengan memberanikan diri dia usulkan pada sang suami untuk berdoa mohon kesembuhan dan mengahiri penderitaan yang menahun ini, namun apa jawaban Ayyub, “ Rahma, aku tidak akan memohon kesembuhan pada Allah karena sakitku baru tujuh tahun sementara sehatku 40 tahun, makanya aku merasa malu pada Allah jika meminta kesembuhan,” mendengar jawaban Ayyub,  Rahma hanya terdiam. Melihat ketabahan Ayyub dan isteri syetan betul – betul kagum, betapa Ayyub tabah dalam menghadapi kesulitan hidup. Allahpun tidak akan membiarkan terlalu lama penderitaan hambanya yang mulya, ditahun kedelapan inilah Allah perintahkan pada Ayyub untuk menghentakkan kakinya 3 kali ketanah sebagai ahir dari segala penderitaannya. Dengan izin Allah semua milik Nabi Ayyub dikembalikan harta, anaknya serta rumah mewahnya Allah kembalikan padanya sebagai hadiah dari ketabahnnya. Kini Malaikat dan kelompok syetan mengakui betapa hebatnya Ayyub dalam mempertahankan keimanannya, selain itu keberhasilan Nabi Ayyub dalam membimbing isteri setianya Rahmah yang tetap setia menemaninya dalam keadaan apapun.
Tiba saatnya Nabi Ayyub untuk melaksanakan janjinya mencambuk Rahmah yang telah menjual rambutnya beberapa tahun yang lalu. Dalam kegamanangan Ayyub memohon pada Allah,” Ya, Allah bagaimana cara hamba melaksanakan janji hamba, sementara Rahmah sangat setia pada hamba selama dalam penderitaan,”?, Allah pun memberikan jawaban,” Kumpulkanlah lidi sebanyak 100 lalu pukulkanlah pada isterimu, itu berarti janjimu sudah gugur,”, Ayyub melaksanakannya dan Rahmah menerimanya dengan ihlas.
Ketabahan dan keihlasan Rahmah sangat luar biasa dan pantas kiranya kalau kita jadikan panutan.

2.      SITI MARYAM

Ayah Sayyidah Maryam bernama Imran. Sedang ibunya bernama Hannah binti Faqudz.
Hannah adalah seorang wanita yang sudah lama tidak mempunyai anak. Pada suatu hari ia bermimpi melihat burung yang memberi makan anaknya dengan meletakkan makanan tersebut kepada seorang anak perempuan kecil.Sejak itulah dia berkeinginan sekali dan selalu berharap untuk mempunyai anak.
Dia selalu saja memohon kepada ALLAH untuk dikaruniai anak. Dan ALLAH pun mengabulkan doanya itu. Setelah benar-benar dia merasa hamil, maka dia bernadzar jika  anak yang dikandungnya nanti akan dibiarkan sepenuhnya untuk beribadah dan mengurusi Baitul Maqdis.
Ketika waktu melahirkan tiba, maka lahirlah sang jabang bayi yang ternyata  lahir adalah seorang wanita. Mendapati hal ini, dia sangat murung dan bersedih hati seraya berkata dalam hatinya,” Ya allah engkau yang maha tahu tentang penciptaan manusia begitu pula dengan putri hamba, untuk itu aku hanya bisa berserah diri pada MU Ya Allah”. Kesedihan  Hanna dijawab Allah dengan akan menjaganya sang putri yang diberi nama Maryam.
Maryam tumbuh menjadi remaja yang cantik jelita dengan ahlakul karimah sebagai hiasan diri, tiada hari tanpa ibadah dan tawakkal pada Allah, sebagaimana janji sang ibu bahwa jika mempunyai anak maka dia hanya akan diperintahkan untuk beibadah selama hidupnya. Dan Maryampun menjadi wanita yang hidupnya hanya untuk Allah. Kesucian Mariyam dalam kesehariannya mendapatkan hadiyah yang luar biasa, ketika Malaikat Jibril turun ke bumi sembari memberi habar pada Maryam bahwa dari dalam rahimnya akan dilahirkan manusia suci hebat yang kelak menjadi pimpinan ummat. Hadiyah ini memang bukan hadiyah sembarangan, antara senang dan gelisah Maryam mensikapinya. Dia bangga karena mendapat amanat Allah yang Maha Suci, namun apa kata masyarakat jika mereka tahu Maryam hamil sementara tidak pernah menikah. Jangankan menikah kenal deng`n priapun tak pernah dia lakukan.
Kegamangan,kebingunan dan ketakutan berbaur dalam benak Maryam. Demi menjaga nama baik keluarganya Maryam keluar dari rumah sucinya menghindari keramaian masyarakat agar mereka tak pernah tahu jika dalam keadaan hamil. Hari – hari Maryam tentu sangat menyedihkan. Jika selama ini semua kebutuhan dicukupi oleh orang tuanya, kini dia berjuang mati-matian dengan menjadi pekerja di rumah tangga hanya untuk menyambung hidup. Dalam doa Maryam selalu pasrah pada sang khalik” Ya Rabb, bagaimana mungkin hamba hamil sementara suami, hamba tak pernah punya, apa yang akan aku sampaikan pada mereka saat bayi ini ada dalam gendongan hamba”. Doa demi doa senantiasa beliau panjatkan, Allahpun menjawab,” Maryam…., jika banyak orang bertanya tentang bayimu janganlah kau menjawab biarlah bayi mu yang akan menjawabnya dengan jelas”. Jawaban Allah merupakan penyejuk hati yang menyegarkan miski masih ada keraguan yang terbersit dalam hatinya.
Waktu yang ditunggu kini telah tiba dalam rasa sakit yang amat sangat tanpa bantuan satu orangpun Mariyam meregang berjuang tuk melahirkan sang bayi suci. Hanya dengan berpegang pada pohon kurma kering beliau pertaruhkan nyawa, melihat kegigihan dan ketabahannya Allah perintahkan malaikat jibril tuk membantu meringankan rasa sakitnya sebagai bukti kasih sayang Allah. Kelahiran Isa juga membawa barakah, pohon kurma yang kering tadi berubah menjadi kurma yang lebat dengan buah yang siap makan dan buah inilah yang nantinya menjadi bahan makanan Maryam dan bayinya.
Maha besar Allah yang memiliki ketentuan tak dapat dicegah oleh siapapun. Ketika Allah berkehendak menciptakan manusia dari rahim wanita tanpa bersuamipun dapatlah terlaksana, dan Maryam adalah contoh wanita yang tegar dalam kesendirian dia asuh dan besarkan Isa hingga Isa menjadi manusia pilihan sebagai utusan Allah untuk menyerukan kebenaran agama Allah. Makanya pantaslah jika Siti Maryam menjadi wanita kuat  dan uswah bagi kaum muslimah.
3.      Dewi Masyithah.
             Fir’aun nama yang pastinya sudah banyak kita tahu dalam sejarah islam. Dia adalah raja yang hidup dimasa kenabian Musa a.s. Selain menjabat sebagai raja dia mengangkat dirinya sebagai tuhan yang wajib disembah oleh semua rakyatnya. Keberanian dirinya mengaku sebagai tuhan karena selama hidup dia tak pernah sakit, semua keinginannya selalu terpenuhi dan tak ada yang berani tuk menghindar saat dia membutuhkan atau menginginkan sesuatu. Bagi siapa yang menolak maka kematian sebagai imbalannya, inilah yang menjadikan semua rakyatnya merasa takut dan selalu mengiyakan apapun yang diperintahkannya.
            Banyak pengawal dan pembantu yang menyelesaikan tugas dalam kesehariannya. Salah satu pembantu setianya tersebutlah Dewi Masyithah. Dia adalah penyisir rambut putri raja. Kesetian Masyitah dalam menjalankan tugas memang tak diragukan lagi, namun dalam hal keimanan Dewi Masyithah mengikuti jejak Nabi Musa yang saat itu sama sekali tidak diketahui oleh keluarga raja, jika hal ini sampai terdengar keluarga raja maka kematian sebagai penebusnya.
            Keteguhan hati Dewi Masyithah kini akan teruji, suatu ketika saat menyisir rambut sang putri tanpa disengaja sisir ditangan terjatuh hingga tanpa sengaja  Dewi Masyitah menyebut kalimah ISTIRJAK dengan lancar “ Innalillahi Wa Innailaihi Raji’un”, mendengar ucapan sang penyisir putri rajapun bertanya,” ibu kalimah apakah yang barusan engkau ucapkan?,” dengan sabar Masyithah menjawab, “ anakku itu adalah kalimat bahwa kita ini milik Allah dan kembali pada Allah,” “ siapakah Allah itu bu?,” “dia adalah tuhan kita yang wajib kita sembah”. Betapa putri Fira’un terkejut saat mendengar penjelasan si penyisir rambut, tanpa menunda waktu anak inipun segera melapor pada sang ayah, bisa dibayangkan betapa murkanya Fir’aun mendengar berita ini, dengan serta merta dipanggillah Masyithah untuk menjelaskan siapa sebenarnya tuhan Masyithah. Dengan beraninya Dewi Masyithah menjelaskan Allah adalah tuhan kita manusia alam semesta yang wajib disembah dan diagungkan. Semakin banyak jawaban semakin marah dan murka Fira’un pada Dewi Masyithah.
            Kemurkaan Fira’un segera terlaksana, dikumpulkanlah semua warga masyarakat dengan menyiapkan bejana besar yang diisi air mendidih sebagai media untuk menyiksa Dewi Masyitah dari keingkarannya pada raja Fira’un. Bukan hanya Masyithah yang menanggung akibatnya akan tetapi semua keluarganya harus mati ditangan kejam sang raja.
            Kematian pada manusia pasti akan terjadi, namun kali ini kematian keluarga Dewi Masyithah harus melalui tangan kejam Fir’aun dengan cara di rebus dalam air mendidih. Ketegaran dan ketenangan serta kekuatan iman Masyithah sekeluarga betul-betul diuji. Tanpa ada rasa belas kasihan Fir’aun memulai eksekusinya. Suami tercinta orang pertama yag dia masukkan pada bejana dengan air mendidih, anak pertama urutan kedua, selanjutnya dewi masithah yang dipanggilnya, dengan kekuatan iman dan tawakkal padsa ALLAH bersama balita dalam gendongan dewi masithahpun melangkah menuju bejana besar,  saat akan melangkahkan kaki untuk masuk bejana besar, dipandanglah balita mungil dalam gendongan seraya bergumam " anakku, hari ini kita buktikan kekuatan iman kita pada Allah sang penguasa alam, kematian kita akan jadi syahid dan dikenang sebagai pejuang agama Allah" tanpa disangka sang balitapun menjawab " Ummi, demi Allah aku ihlas ikuti langkah ummi" maka tanpa rasa ragu sedikitpun masitah menceburkan diri pada bejana yang penuh dengan air mendidih. INNALILLAHI WAINNA ILAIHI RAJIUN
                 Kematian keluarga Dewi Masithah si tukang sisir putri Fir'aun sang penguasa dhalim menjadi bahan pembicraan masyarakat saat itu, terlebih saat beliau tenggelam dalam didihan air dalam bejana semerbak harum keluar bersama kepulan asap yang menggulung ke angkasa. ini adalah bukti kekuasaan Allah. Allah perlihatkan pada ummat manusia betapa masithah seorang pejuang agama, bukan hanya dirinya sendiri tapi keluarganya mati syahid dan balasan bagi mereka syurga tertinggi dari Allah.
Dialah DEWI MASITHAH sang perempuan kuat diera Firaun Laknatullahi alaih.

4. SITI HAJAR alaihas Salam