Wahana berbagi Ilmu

ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH



Selamat datang di wahana ilmu. Dengan membaca fikiran akan terbuka, dengan ilmu kita jadi tahu, dengan mencari kita jadi mengerti.

Disinilah tempat kita berbagi........

Senin, 31 Januari 2011

Musik,Al Qur'an dalam perkembangan jiwa

Musik adalah alunan nada yang terusun rapi dan indah, dengan mendengar musik banyak manfaat yang dirasakan jiwa manusia, banyak penelitian yang memberikan alasan kenapa manusia harus bermusik berikut ini beberapa manfaat dari bermusik
.MENINGKATKAN IMAJINASI

-Beethoven  : Symphony no. 6 ("Pastorale)
-Grieg  : Peer Gynt Suite Prelude, Act 4, Morning
-Mahler : Symphony no.5
-Schubert   : Octet in F Major, D. 803

PENGUAT IQ

-Beethoven : Concerto for Violin and Orchestra in D Major, op. 61
-Beethoven : Concerto for Piano and Orchestra no.5 in B-flat Major
-Beethoven   : Concerto no. 5 in E-flat Major for Piano and Orchestra, op. 73 ("Emperor")
-Brahmhs   : Concerto for Violin and Orchestra in D Major, op. 77
-Haydn : Concerto no. 1 in C Major for Violin and Orchestra, Corcerto no. 2 in G                    Major for Violin and Orchestra
-Haydn  : Symphony in C Major no. 101 ("L’Horloge"), symphony in G Major no. 54
-Haydn : Symphony no. 67 in F Major, Symphony no. 69 in D Major
-Mozart : Concerto for Violin and Orchestra no. 7 in D Major
-Mozart : Concerto for Violin and Orchestra in A Major no. 5, Symphony in A Major                 no. 29, Symphony in G Major no.40.
-Mozart  : Symphony in D Major ("Haffner"), Symphony in D Major ("Prague")
-Tchaikovsky  : Concerto no. 1 in B-flat Minor for Piano and Orchestra

BELAJAR BAHASA
-Corelli  : Concerti Grossi, op. 4, no. 10, 11, 12
-Corelli  : Concerti Grossi, op. 6, no. 2, 8, 5, 9.
-Handel  : Concerto for Organ and Orchestra in B-flat Major, op. 7 no. 6
-Handel  : "Water Music"
-J.S. Bach   : Fantasy in G Major, Fantasy in C Minor, Trio in D minor , Canonic                                    Variations and Toccata
-J.S. Bach   : Prelude in G Major ("Dogmatic Chorales")
-Vivaldi  : Five Concertos for Flute and Chamber Orchestra

 Dari temuan tersebut diatas bukan berarti kita akan menjdi cerdas dan pintar tanpa adanya belajar. Selain beljar baka tyang dimiliki setiap manusia juga akan menjadikan pengaruh yang luar biasa dalam kehidupan manusia.
Sebagai muslimah tentunya alunan irama yang kita perdengarkan jangan hanya musik klasik saja, alunan ayat alqur'an juga sangat besar manfaatnya terutama bagi perkembangan otak sang janin. Kita jangan terjebak hanya dengan musik klasik saja dalam memberikan alunan nada bagi janin.
Kehebatan Al qur'an dalam memberikan manfaat dalam perjalanan anak manusia akan bisa kita rasakan pada masa anak-anak hingga remaja. Dimasa inilah akan sangat jelas perbedaan tabiat dan perangai dari anak ahli alqur'an dan yang bukan.
Banyak diantara kita muslimin sangat engelu elukan kehebatan musik klasik dalam merangsang tumbuh kembang otak anak manusia, sementara al qur'an sama sekali tidak mereka sentuh untuk dikenalkannya. Jika langkah ini yang diambil sungguh sangat salah. Untuk itulah mulaiklah sekarang siapapun yang punya keluarga sedang hamil biasakanlah sang ibu banyak baca alqur'an sehingga janin dalam kandungan akan turut membacanya sesuai dengan kemampuan yang diberikan sang azza wajalla.  
Semoga kita termasuk orang yag pandai memberikan ilmu pada anak- anak kita penerus agama dan banggsa sesuai ajaran agama. Amin allahumma amin

Rabu, 26 Januari 2011

materi DACIL


Assalamualaikum Wr.Wb
                                             MAULID NABI
Hamdan Wasyukran lillah lahaula walaquwata illabillahil ‘aliyyil ‘adhim.
Para alim ulama’ yang kami taati fatwa fatwanya. Bapak ibu yang berbahagia, dewan juri yang kami hormati dan teman-teman yang dimulyakan Allah.
Alhamdulillah kita masih diberi kesempatan berkumpul di tempat yang barokah ini semoga yang hadir ditempat ini diberkahi Allah, dilancarkan rizkinya, dimudahkan urusannya,dipanjangkan usianya,diluluskan ujiannya, amin Allahumma…….amin.
Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Rasulullah SWA sebagai rasul penuntun ummat sampai dihari kiamat.
Teman-teman yang kami banggakan.
Sebentar lagi kta aakan memperingati hari lahirnya Rasulullah Muhammad SAW.  Kenapa kita harus memperingatinya, apakah Rasul memintanya ? apakah rasul menyuruhnya ? jawabannya tidak.  Tapi  kenapa kita peringati, kita rayakan bahkan akan banyak kegiatan semua itu karena bukti kecintaan kita pada Rasullullah.
Ketika rasa cinta menyatu pada diri manusia maka apapun akan dilakukannya demi orang yang dicintai, termasuk pada Rasulullah. Selain itu demi rasa cinta kita pada Rasulullah kita berusaha melaksanakan apa yang diajarkannya. Terutama Ahlakul karimah.
Hadirin yang berbahagia.
Kelahiran Rasulullah dan diutusnya beliau hanya demi memperbaiki Ahlak manuasuia yang saat itu benar-benar rusak, pembunuhan jadi budaya, judi dan minuman keras jadi kebiasaan, pemerkosaan simbul kejantaan Masyaallah betul betul jahiliyah.
Rasulullah bersabda “ BU ITSTU LI UTAMMIMA MAKARIMAL AHLAK “ ( Aku diutus oleh Allah hanya untuk menyempurnkan ahlak.) Artinya tugas awal rasulullah adalah merubah ahlak manusia utamanya masyarakat arab dan manusia dunia pada umumnya.
Diceritakan dalam tarikh Muhammad, kemulyaan Rasulullah dapat dilihat sejak beliau anak-anak. Semasa kanak-kanak beliau tidak pernah bertengkar, selalu mengalah dan memberikan bantuan pada teman yang membutuhkan. Tidak seperti kita dikit-dikit bertengkar, ganggu teman bangga kalau temannya menangis hingga bikin repot para guru ia apa tidak ?....
Semasa remaja beliau  selalu berusaha menyenangkan hati pamannya yang mengasuh dirinya dengan cara bekerja ,  menggembala kambing dan berdagang yang hasilnya tidak diambil sendiri tapi diberikan pada paman yang mengasuh dan mareawatnya.
Semasa dewasa beliau selalu berahlak baik. Ketika terjadi perdebatan antar kepala suku kurays karena akan meletakkan HAJAR ASWAD tampillah Rasulullah menjadi hakim yang luar biasa adilnya. Diambilnya kain surban untuk mengankat hajar aswad secara bersamaan oleh empat ketua suku, sampailah hajar aswad ketempat yang ditentukan dan Rasulullah yang meletakkannya. Dengan kecerdasan beliau semua orang kafir mengakui kearifan dan kemulyaan ahlak Muhammad, hingga ahirnya beliau mendapat gelar AL AMIN, padahal beliau baru berusia 35 tahun, Subhanallah.
Al Amin yang berarti orang yang dipercaya tidak pernah berbohong, berdusta dan selalu jujur. Nah sekarang saya Tanya siapa diantara yang hadir  didisini yang selalu jujur ? ada apa tidak……. Saya yakin pasti semuanya suka berbohong dikit-dikit bohong, dikit-dikit bohong bandel amat sih amat aja tak pernah bandel… Dari ahalak RASUL tadi sangat cocok dengan ayat Allah “ LAQAD KANA LAKUM FII RASULLILLAHI USWATUN HASANAH “ ( SUNGGUH ADA PADA DIRI PRIBADI ARSULULLAH CONTOH YANG BAIK ).
Dewan juri yang kami hormati
Hikmah dari maulid nabi adalah memulyakan Rasulullah dan meniru ahlak nya. Sebab salah satu bukti rasa cinta kita pada beliau yang suka marah-marah hentikan, yang suka bohong hentikan, yang suka tidak jujur hentikan supaya kita bisa berahlak mulia. SEmoga yang hadir ditempat ini menjadi pecinta Rasulullah sehingga kita bisa masuk syurga Allah amin ya rabbal alamin
Cukup sekian pidato saya Assalamualaikum Wr.Wb.

Senin, 10 Januari 2011

puisi

AKU………….

   Jika ada yang bertanya :
   Siapakah yang selama ini kau fikirkan? Jawabnya AKU
   Siapakah yang selalu kau rindu ? Jawabnya AKU
   Siapakah yang buat kau senang dan susah ? Jawabnya AKU
   Siapakah yang sering kau bohongi ? Jawabnya AKU
   Siapakah yang selalu memberi tanpa harap balasan ? Jawabnya AKU
   Siapakah yang selalu kau kesampingkan ? Jawabnya AKU
   Siapa yang paling dekat dengan mu ? Jawabnya AKU

AKU memang selalu diam dalam kalam, menunggu dalam waktu,
menanti tanpa pasti.
Tapi saat kau mulai sadar AKU senang, saat kau sebut namaKU, Ku tebar pesona KU, saat kau kenang mesra KU, KU tambah saying KU

Yah, AKU memang ada hanya untukmu, pelindungmu, penghiburmu, tempat curahan hatimu.
Mungkin kau nilai AKU sok tahu, sok pinter, atau mungkin banyak niulai negative untuk KU, tak apalah kalau itu sangkamu. Yang pasti banyak gelar KU punya yang terangkum dalam ASMAUL HUSNAH. Yang paling KU suka predikat AZZA WAJALLAH












           
                        DOA PANJANGKU………..

            Hari ini ku sambut mentari pagi dengan penuh arti
            Aku langkahkan kaki menuju panggillan suci
            Mengabdi tiada henti demi dapatkan ridha ilahi
                        Jauh diseberang jalan berjajar anak jalanan
                        Menengadahkan tangan tuk harapkan uluran
                        Tak terbersit malu ataupun sungkan
                        Yang ada harapan selembar atau sekeping uang
            Langkahku terhenti saat melihat pengemis cilik
            Kuraih tangan mugilnya, kutanya dengan mesra
            Dik, dimana rumahmu?.................
            Bukan jawaban yang kudapat, tetesan air mata yang kulihat
                        Aku tak punya rumah
                        Aku tak punya orang tua
                        Aku sebatang kara
                        Aku sendiri didunia
            Subhanallah …………….
            Salahkah aku bertanya ?
            Rabbi, masih kau rawat anak kecil tak berdaya ini
            Beri kesempatan hamba tuk ringankan bebannya
            Beri waktu hamba tuk Bantu raih cita-citanya
                        Sempatkan tangan ini ulurkan bantuan
                        Kokohkan hati ini jauh dari pujaan
                        Tajamkan mata ini tuk lihat mereka yang kurang
            Sebagai berkah di bulan MUHARRAM

cerpen

KUTEMUKAN SAUDARAKU
           

“Alhamdulillah ….., ahirnya selesai sudah tugas ku malam ini,” Suara itu lirih kudengan dari Ana sahabat baikku. Aku bertanya padanya, “ emang ada tugas apa sih?”  “ Ini makalah yang harus saya setorkan besuk “, jawabnya. Aku pun sedikit menggeser tempat dudukku seraya melihat pekerjaannya. “‘ Ya sudah kita istirahat sekarang ya udah malam nih,” pintaku. Kami pun beristirahat karena besuk pagi harus segera bangun dengan jadual kegiatan yang sangat ketat. 
            Jam bekerpun berbunyi tepat pukul 03.00, aku segera bangun tuk berserah diri pada sang khaliq, dan lupa snantiasa berdoa semoga kami dapat melaksanakan kegiatan diklat ini dengan senang hati tanpa ada beban dalam diri. Adzanpun berkumandang pertanda subuh telah tiba. Selepas jamaah subuh kami segera menuju lapanagn olah raga tepat jam 05.00, udara sejuk memberikan semangat baru dihari keduaku ini. Kami bersama teman yang lain melakukan senam pagi, begitu juga Ana dia merasa senang dan bahagia, dengan senyum manisnya dia bilang “ Eh kamu tahu endak, seumur hidupku baru kali ini aku merasa bisa ikutan gerakan senam,” O,iya, kataku. “Memang selama ini kamu olah raganya apaan “, tanyaku. “ Yah paling-paling lari pagi dan jalan-jalan, Itupun kalau sempat.” Ternyata teman cntikku ini jarang olah raga juga tapi tak apalah yang penting dia senang dengan kebiasaannya itu.
            Tiba saatnya kami masuk kelas untuk menerima materi yang pertama. Asyik juga pengampu materi pagi ini, tiba saatnya untuk berdiskusi. Aku paling senang jika ada acara diskusi, sementara Ana paling ndak suka, memang sih dia itu punya bakat menulis aja, sementara aku berbakat dalam orasi dan berbicara, itu kata semua orang yang kenal aku. Saat berdiskusi inilah ada satu teman cowok kami yang luar biasa agresipnya. Setiap ada permasalahan dia tak pernah puas dengan satu jawaban, seakan-akan ingin membunuh lawan bicaranya. “ Asyik juga nih orang ini, ini dia lawan diskusi saya, “ gumamku dalam hati. Setiap dia berkomentar selalu saja saya amati apasih mau dia, ini kan ajang untuk sharing bukan saling menjatuhhkan?. Aku semakin penasaran dengan nya. Saat kami beristirahat tak kuduga dia menyapaku dengan sopan, “ Ibu dari mana?”, ku jawab asal kotaku dengan sopan pula, lama kami mengobrol dan mulai menemukan jati diri kami berdua. Dari pembicaraannya dia adalah guru Bhs. Inggris, dan aku sendiri Guru Agama. Kita memang sama-sama utusan dari Pondok Pesantren guna mengikuti Diklat “ Penanggulangan kekerasan pada anak “ yang didanai oleh WHO dan UNESCO. Kami saling kenal dan banyak mencari tahu baik tentang pesantren juga proses KBM nya. Semakin hari kami semakin kenal sementara Ana pun juga mulai senang dengan bertambahnya sahabat diskusi kami. Kami memang sama-sama dari Jawa Timur, tapi memiliki logat yang berbeda. Ketidaksamaan logat kami ini sering dijadikan bahan ejekan, terutama aku yang ada logat maduranya, sering mereka mengomentari cara bicara aku, hanya Ana lah yang tidak pernah berkomentar dengan kemaduraanku. Sementara yang lain selalu saja memandangku kurang gaul, tapi aku cuek saja yang penting aku harus bisa kalahkan mereka baik dalam penampilan atau dalam  nilai saat ujian.
            Pada suata saat sang pemateri meminta untuk mencoba memberikan komentar tentang bahayanya kekerasan pada anak apalagi dalam pesantren, tak satupun diantara mereka yang mau maju, hingga ahirnya aku coba beranikan diri, dengan kemampuan yang aku miliki aku berusaha memberikan wawasan tentang kekerasan pada anak, miski dengan logat dan gaya aku yang dibilang kurang gaul, ternyata dosen kami sangat puas dengan apa yang aku sampaikan. Dilain waktu saat senam akan dimulai ternyata instrukturnya tidak datang,  panitia mengumumkan siapa diantara peserta bisa memimpinnya? Aku coba tuk maju karena sampai lama tak ada yang mau. Dan ahirnya selesailah senam pagi ini dibawah komandoku. Dengan apa yang aku lakukan perlahan tapi pasti tingkat ejekan padaku mulai menurun dan berkurang. Mereka mulai memuji apa yang aku bisa. Tapi bagiku biasa saja, mereka memang menang dalam logat tapi kalah dalam banyak hal. Ana teman baikku selalu memujiku, “ Eh, ternyata kamu hebat ya semua bisa”, yah bigulah, kami di pesantren miskipun sebagai guru agama jangan kalah dengan guru yang lain semua harus bisa”, jawabku. Pujian senada pun meluncur dari perkataan Arif  salah satu peserta dari golongan Adam. Aku hanya membalas dengan ucapan “makasih ya pujiannya”!
            Haripun terus bergulir dan kami tiba dihari terahir semua materi akan diujikan sebagai acuan keberhasilan pelatihan saat ini. Tiba saatnya kami mendengarkan siapakah peserta terbaik diantara 100 orang ini, semua serius mendengarkan, aku tidak terlalu berharap dengan prestasi ini, karena aku merasa kurang pandai dalam segala hal, akan tetapi subhanallah…… nilai tertinggi disebutlah namaku Imas Azizah, Ana Rusdiana peringkat dua, Arif baharuddin peringkat ketiga. Ya Allah ternyata kami bertiga yang selalu akrab mendapat nilai berurutan. Betapa hati kami senang, bahagiaku semakin bertambah selain mendapatkan nilai baik, Arif yang selama ini hanya sebatas teman dalam diklat ternyata dia adalah saudaraku yang sudah lama tak bertemu karena kami pisah kota, aku di Malang  dia di Tulung Agung, dan pesantren kamipun punya nama yang tak jauh beda. Subahanallah ternyata Allah masih mengizinkan kami bertemu dalam arena yang suci., yakni Pendidikan dan Pelatihan.


           

Kamis, 23 Desember 2010

materi Dacil

PERINGATAN 1 MUHARRAM



PEMUDA DAN RAJA DHALIM


Assalamualaikum WR.Wb.

Hamdan Wasyukran lillah Lahaula Walakuwata Illa Billahil ’Aliyil ’Adhim

Para alim ulama yang kami taati, bapak ibu yang kami hormati, teman-teman yang berbahagia.
Alhamdulillah dalam kesempatan ini Allah memberikan rahmatnya sehingga kita bisa berkumpul ditempat yang penuh barakah ini, semoga yang hadir ditempat ini dipanjangkan umurnya, dilancarkan rizkinya, dimudahkan urusannya, dan dijadikan ahli syurga amin allahumma amin.

Hadirin yang berbahagia diceritakan dalam kitab RIYDUSSHALIHIN hiduplah seorang pemuda di sebuah negara yang dipimpin oleh raja dhalim. Raja ini mengaku sebagai tuhan bahkan semua rakyatnya wajib menyembahnya. Kekuasaan raja ini didukung oleh seorang penyihir hebat. Suatau hari sipenyihir memohon kepada raja untuk dicarikan pemuda yang akan diberi ilmu sihirnya, karena sipenyihir merasa sudah sangat tua dan harus ada yang menggantikannya. Rajapun mengadakan sayembara dan terpilihlah sifulan yang ganteng wajahnya pintar pikirannya. Pemuda inioun mulai belajar dengan giat pada si penyihir. Setiap pemuda ini berangkat kerumah sipenyihir dia selalu melewati rumah seorang ahli kitab yang meyakini keesaan ALLAH. Sang kiai ini melihat ada sebuah kecerdasan yang dimiliki oleh sipemuda. Sangkiaipun meminta pemuda itu untuk mampir kerumah kiai dan iapun mendapat pelajaran dari kiai tadi.

Teman-teman yang berbahagia. Kehadiran pemuda ini kerumah penyihir selalu terlambat, akibatnya sipenyihir marah dan melaporkan pada raja. Rajapun murka hingga pemuda ini dipukuli berkali-kali karena keterlambatannya. Tapi miskipun dipukul dia tidak marah, dia terima dengan sabar. Beda dengan kita jangankan dipukul dijewer guru saja udah ribut, bahkan lapor kepolisi ia apa tidak?....
Makanya siswa sekarang ini jarang yang pandai karena suka melaporkan gurunya,
Dikit-dikit lapor,dikit-dikit lapor manja amat sih..... amat aja tak pernah manja.

Lanjut cerita....
Pemuda ini menjadi orang yang tangguh, selain mahir dalam ilmu sihir dia juga pandai ilmu agama islam. Nah suatu ketika ada kejadian yang menakutkan,sebuah desa diserang oleh hewan yang menakutkan dan taksatupun manusia bisa melawannya. Tampillah pemuda ini, dia ambil kerikil sebagai senjatanya, sebelum dia lemparkan pada hewan tadi dia berkata ” Ya Allah, jika engkau izinkan aku dengan kerikil ini bunuhlah hewan yang menakutkan ini”, dilemparkanlah kerikil tadi cuwiiinnn........bles, matilah hewan bahaya tadi. ”Alhamdulillah....” semua masyarakat bersorak kegirangan. Kehebatan pemuda ini terkenal kemana-mana sampai pada sang raja. Rajapun bangga. Tapi kebanggaan raja menjadi murka, karena ternyata sipemuda ini sudah tidak lagi mengakui raja sebagai tuhan tapi dia bertuhan ALLAH.
” Wahai para prajurit tangkap pemuda itu bunuh dia, karena dia telah ingkar padaku” perintah raja. Berbagai cara untuk membunuhnya tapi selalu gagal dan gagal.

Bapak ibu yang kami hormati.
Pemuda tadi berkata pada raja” Raja kalau kau ingin membunuhku,bawalah aku ke alun –alun,kumpulkan semua masyarakat,siapkan tiang untuk mengikatku, dan panah sebagi senjatanya. Sebelum kau lepaskan anak panah pada dadaku sebutlah nama tuhanku dengan ucapan BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM”.
Ucapan pemuda tadi diikuti oleh raja, Dengan izin Allah pemuda hebat itupun mati ditangan raja yang dhalim. Raja merasa bangga karena berhasil, tapi kebanggaan raja berubah setelah rakyatnya tidak lagi mengakui raja sebagai tuhan,tapi masyarakat lebih percaya pada ALLAH tuhan sipemuda. Rajapun sadar setelah semua rakyatnya meninggalkan dirinya.

Teman-teman yang berbahagia, betapa hebatnya pemuda tadi dia rela mengorankan dirinya demi islam, sama juga dengan Rasulullah, beliau tinggalkan Makkah demi islam, beliau tinggalkan keluarga demi islam.Bukan Cuma harta yang jadi taruhan tapi nyawa juga. Sementara kita? Apa yang sudah kita berikan pada agama? Jangan mengaku islam jika shalat hanya sampingan, jangan mengaku iman jika masih sering bertemgkar, jangan mengaku shalihah jika tidak berbakti pada orang tua. Semoga kita smua bisa mengambil hikmahnya.

Jalan-jalan kekota malang, pulang membawa buah mangga
Dewan juri jangan ragu dan bimbang, pilih saya jadi juara

Assalamualaikum WR.WB.

Materi kuliah

Ilmu hadits
                      SEJARAH SINGKAT PEMBUKUAN HADITS


Adalah Rasulullah saw . manusia panutan dan sekaligus  penjuru ummat Islam di dunia. Karena nabi Muhammad adalah manusia  yang paling sempurna dibandingkan makhluk lainnya, maka tidak salah kalau Rasulullah berwasiat  sebelum Beliau wafat kepada ummatnya tentang dua hal yang harus dijadikan pegangan hidup sepeninggal Rasulullah saw . yaitu Al Qur’anul Karim dan Sunnah Rasul ( Hadits Nabawiyah ).
Setelah Rasulullah saw . wafat hadits menjadi sumber hukum yang kedua setelah Al Qur’an. Akan tetapi masa demi masa sudah banyak hadits yang telh di palsukan oleh orang yang tidak berpengetahuan.  Oleh karena itu hadits adalah sumber hukum yang kedua yang harus kita jaga dan kita telusuri kebenarannya hadits.
 Untuk itu kita perlu akan pengetahuan tentang pengertian hadits yang sesuangguhnya yang benar-benar bersumber dari Rarulullahyang bisa kita jadikan pedoman hidup atau sumber hukum dalam Islam.          
Dalam makalah ini penulis akan menyajikan tentang pengertian hadits, serta peranan hadits pada masa Rasulullah,Shahabat dan masa tabiin. Tentunya dalam penulisan ini masih banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan,untuk itulah kami berharap nantinya ada saran,kritik dan bimbingan bagi penulis .sebagai bekal kesempurnaan pada penyusunan dan penulisan makalah – makalah yang akan datang.

Ucapan terimakasih kami haturkan pada dosen pembimbing kami yang telah memberikan arahan dalam hal penulisan makalah ini, tak lupa juga buat suami dan teman-teman yang turut andil dalam penulisan makalah ini. Besar harapan kami makalah ini akan bermanfaat baik untuk pembaca dan penulis sendiri sebagai wahana ilmu agama teutama bidang Studi Hadits.

Terima kasih dan selamat membaca
                                                                       BAB II


PEMBAHASAN

I.   PENGERTIAN HADITS
           Hadits menurut bahasa yang baharu jama’ dari hudutsun, hudutsa atau hidatsun ada pula yang berarti khabar / warta berita.
Menurut istilah hadits berarti segala perkataan, perbuatan,dan diamnya Nabi Muhammad SAW.
           Istilah – istilah yang terkait dengan hadits adalah :
  • Sunnah
  • Khabar
  • Atsar
  • Hadits qudsi

           .Ragam atau macam-macam hadits sebagai berikut :

  •  Hadits Qauli  yang berarti segala ucapan Rasulullah.
  • Hadits Fi’liy hadits yang disandarkan dari segala perbuatan Rasulullah
  • Hadits Taqriri adalah hadits yang disandarkan pada diamnya rasulullah  dalam menanggapi suatu permasalahan yang disampaikan oleh para Shahabat.

Hubungan hadits dengan al qur’an sangatlah erat bagaikan sisimata uang yang tidak pernah dapat dipisahkan atau bisa dikatakan kedudukan hadits bagi alqur’an adalah sebagai :
  • Peneguh Al qur’an.
  • Menjelaskan Al qur’an yang belum jelas secara arti yang tersurat.
  • Menambah hukum baru.


 II.  KENAPA KITA BELAJAR ILMU HADITS

·  Hadits dalam hukum Islam merupakan sumber hukum kedua setelah Al Quran, oleh karenanya seorang muslim dituntut paling tidak menguasai dan mempelajari hadits sebagai peninggalan Rasulullah SAW yang harus dijadikan pegangan setiap muslim dalam melangkah selain Al Quran.
·  Ulumul Hadits atau Ilmu hadits diperlukan untuk membedakan tingkatan-tingkatan hadits, serta memilah kualitas hadits sehingga kaum muslimin tidak terjebak mengamalkan hadits hadits dhoif atau bahkan maudhu, yang tentunya malah menimbulkan penyimpangan ibadah yang tidak bernilai di sisi Allah

  • Dengan belajar ilmu hadits akan menambah wawasan dan kewibawaan kita dalam berdakwah mengembangkan islam dan ajarannya.




 III. SEJARAH SINGKAT PERKEMBANGAN HADITS
            A.HADITS PADA MASA RASULULLAH

            Berbicara masalah hadits maka bisa dikatakan juga mmbahas pribadi Rasulullah SAW, Karena hadits merupakan tingkah laku,kepribadian,ucapan  Rasulullah. Sementara menyoal masalah hadits pada masa Rasulullah  berarti membicarakan hadits pada awal pertumbuhannya.
            1.Cara Rasulullah menyampaikan Hadits

            Ada satu keistimewaan pada masa ini yang membedakannya dengan masa lainnya.ummat islam pada masa itu dapat secara langsung mendapatkan hadits dari Rasulullah secara langsung sebagi sumbernya tanpa ada hijab.
            Adapun beberapa cara Rasulullah menyampaikan hadits pada para Sahabat sebagai berikut :
Pertama melalui pusat jamaah pada pusat pembinaannya yang disebut Majlis Al 'Ilmi. Melalui majelis ini banyak peluang bagi para sahabat untuk langsung mendapatkan hadits dari Rasulullah sehingga bisa dengan lebih konsentrasi dalam belajar dan menghafal hadits.
Kedua menyampaikan hadits hanya pada orang-orang tertentu.Bisa sahabat dekat, keluarga atuapun juga isteri beliau. Orang –orang inilah yang nantinya harus menyebar luaskan pada para sahabat yang lain.
Ketiga melalui cara lain yang dilakukan Rasulullah adalah berpidato atau dakwah ditempat terbuka, seoerti haji wada' dan futuh Makkah.1

            2.Perbedaan Para Shahabat dalam Menguasai Hadits

            Diantara Para sahabat tidak sama kadar perolehan dan pemahaman hadits.Ada yang memilikinya lebih banyak tetapi ada yang sangat sedikit sekali. Hal ini tergantung pada beberapa hal ; Pertama kesempatan mereka saat bersama Rasul .Kedua kesanggupan mereka dalam bertanya pada para sahabat. Ketiga Perbedaan dalam masuknya keislaman mereka dan jarak tempat tinggal mereka dengan Rasulullah.

            Ada beberapa para sahabat yang tercatat banyak menerima hadits dari Rasulullah dengan bebrapa penyebab mereka itu antara lain :
a. Shahabat AS- Sabiqunal Awwalun. ( sahabat yang pertama kali masuk Islam ). Abu bakar, Umar Ustman dan Ali. Mereka banyak mendapat Hadits karena masuk islam terlebih dulu dari sahabat yang lain
b.Ummahat Al Mukminun ( Isteri- isteri Nabi).Mereka adalah orang yang sangat dekat melebihi dekatnya dengan para Shahabat,dna biasanya permasalahan yang beliau sampaikan tentang keluarga dan wanita.
c.Shahabat selain dekat dengan Rasulullah yang selalu menulis hadits-hadits Rasulullah seperti Abdullah Amr bin Al – Ash.
d.Shahabat yang tidak lam bersama dengan Rasulullah tetapi banyak bertanya pada Shahabat yang dekat dan lama hidup dengan Rasulullah seperti Abu Hurairah.
 



1.Musthafa al Siba'I,op.cit. hlm 64-65

e.Shahabat yang sungguh-sungguh mengikuti majelis yang Rasulullah adakan dan selalu banyak bertanya baik pada raasulullah secara langsung maupun bertanya pada shahabat yang lebih senior baik usia maupun keilmuannya, seperti Abdullah bin Umar, Anas bin Malik,Abdullah Ibn Abbas.2
           

3.Menghafal dan Menulis Hadits

 a.Menghafal Hadits

            Untuk menjaga kemurnian al Qur'an  dan Al Hadits  Rasulullah mempunyai cara yang berbeda  jika AL Qur'an Rasulullah memerintahkan untuk menulisnya sementara al Hadits hanya diperintahkan untuk dihafalkan.
            Ada dorongan kuat yang cukup memberikan motivasi kepada para Shahabat dalam kegiatan menghafal Al Qur'an ini. Pertama kegiatan menghafal adalah budaya Bangsa Arab. Kedua Rasul banyak memberikan spirit melalui doa – doanya. Ketiga Seringkali Rasul menjanjikan kebaikan di Ahirat.


 b.Menulis Hadits

            Dibalik larangan Rasulullah untuk menulis hadits ditemuakn bebrapa catatan-catatan dan penulisan yang dilakukan oleh para Shahabat misalnya :

1.                  Abdullah bin Amr al Ash,Ia memiliki catatan hadits dan dibenarkan Rasulullah sehingga dia diberi nama Al Shahifah Al Shadiqah
2.                  Jabir bin Abdillah bin Amr Al – Anshari,ia memiliki catatan hadits Rasulullah tentang manasik Haji . Hadits-haditsnyakemudian diriwayatkan oleh Muslim.
3.                  abu hurairah al Dausi memiliki catatan hadits yang di kenal dengan Al Shahifah –Al Shahifah. Hasil karyanya diwariskan pada anaknya bernama Hammam.
4.                  Abu Syah, seorang penduduk Yaman yang meminta untuk dituliskan Hadits pada Rasululah pada saat Fathu Makkah,sehubungan dengan peristiwa pembunuhan yang  dilakukan oleh sahabat dari Bani KHuzaah terhadap seorang leleki dari Bani Lais. Kemudian Rasul Bersabda





"Tulislah untuk Abu Syah".


               



2.Muhammad Jamal Al Din Al-qasimi Al Hadits min Funun Musthalah Al Hadits Hlm 72 -74


    B.HADITS PADA MASA KHULFAUR RASYIDIN

Kedudukan hadits pada masa khalifah tidak jauh beda dengan masa Nabi belum ada pembukuan miski waktu itu ada sebagian shahabat yang menulisnya.Memang khalifah Umar bin Khattab sempat punya usul dan ide untuk dibukukannya hadits namun ada kehawatiran akan mengganggu perhatian dan konsentrasi para sahabat untuk belajar dan menghafal alqur’an. Tidak dibukukannya hadits ini sampai pada ahir abad ke I hijriyah.
Namun demikian ada beberapa cara yang dilakukan oleh para sahabat yang saat itu hidup pada masa Khulafaurrasyidin untuk menjaga kemirnian hadits diantaranya :

1.Menjaga pesan Rasul.
Saat Rasulullah akan wafat ada pesan yang beliau sampaikan “ Telah aku tinggalkan kepadamu dua hal yang apabila kamu pegang teguh tidak akan tersesat yaitu kitab Allah dan sunnahku”
Dari pesan tersebut para sahabat sangat berusaha untuk selalu menjaga dan melaksanakannya.
2.Berhati-hati dalam menerima dan meriwayatkan Hadits.
Kehati-hatian dalam menerima dan meriwayatkan hadits dikarenakan takut adanya kekeliruan yang terjadi
3.Periwayatan hadits dengan lafal dan makna
Ada  dua cara para sahabat dalam periwayatan hadits yaitu dengan Lafdzi/ lafad yang artinya redaksi hadits sesuai dengan yang disampaikan Rasulullah.Sedangkan yang kedua dengan cara makna yang berarti arti atau maksud kandungan hadits dari Rasulullah dan tedaksinya dari para Sahabat.

                                                                       
A.    Hadits pada masa Tabiin

Pada masa pemerintahan Khalifah bin Abdul Aziz yang dinobatkan pada ahir abadpertama Hijriyah, yakni tahun 99 hijriyah datanglah angin segar
            Beliau sangat waspada dan sadar bahwa para perawi pengumpul hadits jumlahnya semakin sedikit karena banyak yang meninggal dunia. Beliau hawatirapabila tidak segera dikumpulkan dan dibukukan dalam buku-buku hadits dari para perawinya,mungkin hadits ini akan lenyap bersama para perawinya.Maka tergeraklah hatinya untuk segera melaksanankan pembukuan hadits sebagai upaya pelestariannya. Pada tahun 100 hijriyah khalifah Umar bin Abdul Aziz memerintahkan kepada gubernur madinah Abu Bakar bin Muhammad bin Amer bin Hazm supaya membukukan hadits – hadits Nabi yang terdapat pada para penghafal.
Umar bin Abdul Aziz menulis surat yang berbunyi,
            " Perhatikanlah apa yang diperoleh dari hadits Rasul lalu tulislah,karena aku takut akan lenyap ilmu disebabkan meninggalnya ulama penghafal hadits dan jangan diterima selain hadits Rasul. Dan hendaklah disebarluaskan I;lmu dan diakan majelis – majelis ilmu supaya orang tidak mengetahuinya dapat mengetahuinya,maka sesungguhnya ilmu itu dirahasiakan."
            Sealin pada gubernur Madinah Khalifah juga menuliskan surat pada gubernur yang lain agar mengusahakan pembukuan hadits. Khalifah juga secara husus menulis surat kepada Abu baker Muhammad bin Muslim bin Ubaidillah bin syihab Az zuhri. Kemudian Syihab Azzuhri mulai melaksanakan perintah Khalifah tersebut. Dan Azzuhri inilah khalifah pertama yang membukukan hadits.
            Dari syihab Azzuhri ini (15 -124h ) kemudian dikembangkan oleh ulama-ulama berikutnya, disamping pembukuan juga diadakan penyeleksian  hadits-hadits yang maqbul dan mardud dengan menggunakan metode sanad dan isnad .

            Metode sanad dan isnad adalah metode yang digunakan untuk menguji sumber-sumber pembawa berita hadits ( perawi ) dengan mengetahui keadaan para perawi,riwayat hidupnya, kawan semasa,bagaimana daya tangkap dan ingatannya,dan sebagainya. Ilmu tersebut di bahas dalam ilmu hadits Dirayah, yang kemudian dikenal dengan istilah Musthalah hadits.
           
            Setelah generasi  AZ Zuhri kemudian pembukuan hadits dilanjutkan oleh ibn Juraij (wafat150 H), Ar Rabi' bin Sabih (wafat 160 H ) dan masih banyak lagi ulama- ulma yang lainnya. Sebagaimana disebutkan diatas pembukuan hadits dilaksanakan sejak ahir masa pemerintahan Bani Umayyah,tetapi belum begitu sempurna.Pada masa perintahan Bani Abbasyiah yaitu pada pertengahan abad 11 H dilakukan upaya penyempurnaan. Waktu itu tewrlihat gerakan secara aktif untuk membukukan ilmu pengetahuan termasuk pembukuan dan penulisan hadits – hadits Rasul Saw. Kitab- kitab yang terkenal pada waktu itu ada hingga sekarang sampai pada kita, antara lain AL-Muwatha'  oleh Imam Malik, Al Musnad oleh Imam Assyafii ( 204 H) Pembukuan hadits itu kemudian dilanjutkan secara lebih teliti oleh imam-imam ahli hadits seperti  Bukhari, Muslim,Turmudzi, Nasai, Abu dawud, Ibnu Majah dan lain-lain.
Dimasa Tabiin inilah para khalifahnya banyak membuka lembaga sebagai pusat-pusat kajian hadits.beberapa kota yang ditunjuk sebagai pusat kajian hadits adalah  Makkah Mukarrama, MadinatulMunawwarah, Kuffah, Bashrah, Syam, Mesir,Andalus, Yaman dan Kurasan.


             


















BAB III

PENUTUP

            Dari penjelasan singkat diatas dapatlah ditarik kesimpulan bahawa perkembangan hadits sebelum dibukukan banyak melalui tahapan .Hadits sendiri di zaman Rasulullah dan Khulafaaurrasyidin tidak mutlak dibukukan miski ada beberpa riwayat yang mengatakan ada sahabat yang mencatat hadits dan disetujui oleh Rasulullah.
            Setiap masa selalu ada perbedaan dalam memberlakukan hadits sebagai usaha melestarikannya. Berikut ini penulis mencoba memberikan kesimpulan sederhana
·   Masa Rasulullah:  Tidak ada pembukuan namun para sahabat cendurung wajib hafal.
·  Masa Shahabat  : Menjaga pesan Rasul, Berhati –dalam menerima dan meriwayatkan hadits, Meriwayatkan hadits secara maknawi dan Lafdzi.
·  Masa Tabiin : Mulai ada pembukuan, kajian – kajian Hadits ,mendirikan lembaga yang menjadi pusat kajian hadits di beberapa kota.
Demikian kesimpulan penulis dari makalah tentang HADITS DI MASARASULULLAH,KHULAFAURRASYIDIN DAN TABIIN sebelum ada KODIFIKASI pada HADITS.

Terima kasih semoga bermanfaat Amin.






           



Rabu, 22 Desember 2010

Hari Ibu dan Birrul Walidaini

22 Desember merupakan hari yang bermakna bagi para ibu, karena dihar inilah kita bangsa Indonesia merayakan hari ibu. Ada sebuah pertanyaan yang saya dengar dari anak usia 7 tahun ," Ma, apasih manfaat hari ibu? " pertanyaan yang sederhana namun memiliki makna yang dalam. Kita yag sudah dewasa dalam berfkir kadang tak pernah mau tahu apa makna dari sebuah peringatan, yang ada dalam kebiasaan kita hanya mengikuti aja setiap ada sebuah perayaan tanpa mau tahu apa makna dari sebuah peringatan.

Ibu manusia yang paling sempurna diantara wanita yang ada, gelar yang paling terhormat dari prestasi yang ada, kedudukan seorang ibi sangat dihargai dalam islam. Rasulullah pernah ditanya oleh sahabatnya,"siapakah orang yang harus saya hormati?" Ibumu, "kemudian siapa YARasul?", ibumu, kemudian siapa ya Rasul?, ibum, lalu siapa ya Rasul?" ayahmu.". Jelas jawaban Rasulullah betapa seorang ibi sangat dihormati bahkan tigatingkat sebelum ayah. Dalam Al Qur'an surah al Luqman ayat 14 15 juga disebutkan betapa perjuangan seorang ibu dalam melnajutkan keturunan atau proses melahirkan ibarat orang berberang yang dipertaruhakan adalah hidup dan mati.
Kemulyaan seorang ibu begitu luar biasa, pantaslah jika kita peringati hari ibu sebagai bentuk penghormatan kita. Akan tetapi ada rasa yang mengganjal dalam hati kita, jika ibu doelu-elukan sebagai wanita terhormat bagaiman kedudukan ibu yang berjuang demi kelangsungan hidupnya berprofesi sebagai penambah devisa negara ( TKW ). Kenapa harus ibu yang berangkat? kemanakah ayah? kemanakah para lelaki yang berkewajiban mencari nafkah? sementara negara orang lain ibu banyak mengalami hinaan, siksaan. Bukan cuma harta atau gaji yang potong tapi, .....bagian bagian tubuh yang potong sampai kematian menjadi honor kelelahannya dalam bekerja, Subhanallah......
Bagi para ibu terimakasih yang bisa kami persembahkan, untuk pahlawan devisa semoga jihadmu diterima disisi ALLAH dan menjadi tiket Syurga Allah Amin...